pierce-menilai-brown-layak-untuk-dapatkan-title-mvp

Pierce Menilai Brown Layak Untuk Dapatkan Title MVP

Pierce Menilai Brown Layak Untuk Dapatkan Title MVP. Legenda Boston Celtics, Paul Pierce, kembali menyuarakan pendapat kuat bahwa Jaylen Brown layak masuk kandidat serius gelar MVP musim 2025-26. Pernyataan ini muncul di awal Januari 2026, setelah Brown diabaikan untuk penghargaan Player of the Month Desember meski tampil dominan. Dengan Jayson Tatum absen panjang karena cedera Achilles, Brown memimpin Celtics tetap di posisi ketiga Konferensi Timur, rata-rata mendekati 30 poin per laga. Pierce menilai Brown pantas dapat pengakuan lebih, bahkan menyebut ada bias terhadap Celtics sebagai alasan kurangnya sorotan nasional. INFO PROPERTI

Performa Impresif Jaylen Brown: Pierce Menilai Brown Layak Untuk Dapatkan Title MVP

Jaylen Brown memang tampil luar biasa sepanjang musim ini, terutama saat jadi opsi utama tanpa Tatum. Ia konsisten mencetak 30 poin atau lebih di banyak laga, termasuk sembilan pertandingan beruntun yang menyamai rekor franchise Larry Bird. Di Desember saja, Brown memimpin liga dengan rata-rata lebih dari 31 poin, ditambah rebound dan assist solid. Ketersediaannya jadi nilai plus, karena ia jarang absen dan tetap efisien di kedua sisi lapangan. Pierce menekankan bahwa tak ada yang memprediksi Celtics kompetitif tanpa Tatum, tapi Brown buktikan sebaliknya dengan jadi “30-point walking bucket” yang andal. Performa ini bukan hanya angka, tapi juga kepemimpinan yang bawa tim melebihi ekspektasi di musim yang dianggap transisi.

Alasan Pierce Soal Bias dan Hate: Pierce Menilai Brown Layak Untuk Dapatkan Title MVP

Pierce tak ragu bilang “everybody hates the Celtics” sebagai penyebab utama Brown kurang dibicarakan di race MVP. Menurutnya, media nasional lebih sering puji pemain seperti Cade Cunningham atau Victor Wembanyama yang pimpin tim mereka ke posisi tinggi, tapi abaikan Brown meski lakukan hal serupa. Ia sebut absurd Brown tak dapat Player of the Month Desember, padahal statistiknya lebih baik dari pemenang seperti Jalen Brunson atau Shai Gilgeous-Alexander di beberapa aspek. Pierce, sebagai mantan Finals MVP Celtics, paham betul tekanan dan bias yang sering dialami tim ini. Pujiannya jadi pembelaan tegas, ingatkan bahwa Brown sudah buktikan diri sebagai Finals MVP sebelumnya dan kini level up jadi pemimpin tunggal.

Dampak terhadap Race MVP dan Celtics

Pendapat Pierce ini memanaskan diskusi MVP, di mana Brown memang sering berada di urutan tujuh atau sekitarnya, tapi jarang jadi headline. Dengan cedera pemain top seperti Nikola Jokic, pintu semakin terbuka untuk Brown naik peringkat jika terus konsisten. Bagi Celtics, dukungan dari legenda seperti Pierce jadi motivasi ekstra di musim sulit ini. Tim tetap kompetitif di papan atas Timur berkat Brown, dan pengakuan MVP bisa jadi validasi atas kerja kerasnya. Pierce yakin jika bukan karena “Celtics hate”, Brown sudah lama jadi bagian utama percakapan, terutama dengan availability dan impact yang tinggi.

Kesimpulan

Paul Pierce tegas menilai Jaylen Brown layak gelar MVP berkat performa dominan memimpin Celtics tanpa Tatum, dengan skor konsisten 30 poin dan posisi tim yang melebihi prediksi. Pujiannya soroti bias yang sering dialami Celtics, buat Brown kurang dapat sorotan meski pantas. Di musim penuh tantangan ini, Brown buktikan diri sebagai bintang sejati, dan pendapat Pierce jadi suara kuat untuk pengakuan lebih. Race MVP masih panjang, tapi Brown punya argumen kuat untuk naik, terutama jika Celtics terus bertahan di elite. Pierce, sebagai ikon Celtics, sekali lagi ingatkan bahwa Brown adalah “walking bucket” yang tak boleh diabaikan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *