Joe Mazzulla Berikan Kunci Kalahkan Pistons. Rabu malam, 26 November 2025, TD Garden di Boston jadi saksi kemenangan dramatis Celtics atas Detroit Pistons dengan skor 117-114. Laga NBA Cup Grup B Wilayah Timur ini hentikan streak 13 kemenangan Pistons yang sedang panas, angkat rekor Celtics jadi 10-8 dan naik ke peringkat 4 Timur. Tanpa center utama Neemias Queta yang cedera pergelangan kaki, Celtics tampak underdog lawan skuad besar Detroit. Tapi pelatih Joe Mazzulla, yang timnya sempat defisit 9 poin di kuarter tiga, beri kunci sukses pasca-laga: “Ini soal grit dan toughness—kami main dengan mindset multiple efforts, lakukan apa pun untuk menang.” Mazzulla puji tim yang outrebound dan outshot dari free throw, tapi menang lewat hustle play Derrick White dan Jaylen Brown. Ini bukan kemenangan eksekusi sempurna, tapi bukti mentalitas juara—terutama di musim transisi tanpa Jayson Tatum yang masih rehab Achilles. INFO SLOT
Mindset Grit yang Jadi Senjata Utama: Joe Mazzulla Berikan Kunci Kalahkan Pistons
Mazzulla tekankan, kemenangan ini bukan soal strategi semata, tapi pola pikir. “Malam ini bukan eksekusi, tapi mindset dan multiple efforts kami,” katanya di konferensi pers. Celtics kalah rebound 48-35, free throw 25-18, dan field goal persentase, tapi Mazzulla ubah kelemahan jadi kekuatan: dorong tim cari margin kecil seperti steal dan turnover. Derrick White, yang slump awal musim, ledak di babak kedua dengan 25 poin—termasuk 6 three-pointer—dan steal back-tip di kuarter dua yang picu roar fans. Mazzulla bilang, “Saat Derrick tak bagus, saya malah excited—sisi lain lebih hebat.” Ini selaras dengan filosofinya: tim kecil harus tangguh, seperti saat outrebound Pistons di paint meski kalah tinggi. Mindset ini angkat Celtics dari start buruk (3 kekalahan beruntun) jadi 5 menang dari 6 laga terakhir.
Manfaatkan Kelemahan Fisik Lawan: Joe Mazzulla Berikan Kunci Kalahkan Pistons
Sebagai tim kecil, Celtics hadapi tantangan besar lawan frontcourt Pistons yang dominan—terutama tanpa Queta. Tapi Mazzulla balik logika: “Ukuran kecil beri cross-matches ofensif, bikin mereka susah.” Ia dorong tim tekan tinggi, ciptakan turnover 15 yang jadi 20 poin—tertinggi musim. Jaylen Brown pimpin dengan 33 poin dan 10 rebound, termasuk 15 di kuarter empat yang matikan Cade Cunningham (42 poin). Mazzulla soroti: “Kami manfaatkan spot lemah mereka, seperti shooting 47 persen dari tiga.” Ini strategi cerdas: tanpa big man, rotasi Mazzulla geser Al Horford dan Luke Kornet untuk cover paint, sementara perimeter defense batasi Pistons di clutch time. Hasilnya, Celtics unggul 18 poin dari clutch plays, bukti adaptasi Mazzulla dari kekalahan Oktober lalu (119-113) di mana rebound jadi masalah.
Peran Fans dan Hustle Play Individu
Mazzulla tak lupa kredit fans TD Garden: “Kota ini hargai mindset dan effort, apa pun rekornya—dan kami bawa itu malam ini.” Sorak thunderous tiap hustle play, seperti steal White yang sprint full court, ciptakan sinergi—bahkan pemilik tim berdiri tepuk tangan. Mazzulla puji individu: Amari Williams main 15 menit debut musim dengan nyaman, Baylor Scheierman beri energy dari bench. “Trust datang dari respons saat gagal, bukan sukses,” katanya, merujuk momen foul kontroversial akhir laga yang beri Pistons tiga free throw—tapi Celtics foul tepat waktu untuk cegah tie. Ini kunci: hustle seperti block Brown dan assist Pritchard angkat tim, meski Mazzulla akui eksekusi Pistons lebih baik di rebound ofensif.
Kesimpulan
Joe Mazzulla beri kunci kalahkan Pistons: grit, multiple efforts, dan mindset toughness yang ubah kelemahan kecil jadi senjata. Dari sinergi fans hingga hustle White-Brown, Celtics bukti tak butuh ukuran besar untuk menang—cukup hati juara. Kemenangan ini angkat moral di musim sulit tanpa Tatum, dan Mazzulla yakin: “Kami punya grit untuk apa pun.” Di NBA Cup yang makin ketat, ini sinyal Celtics siap playoff—bukan cuma tim, tapi keluarga yang tak kenal menyerah. Boston bangkit, dan Mazzulla pemimpinnya.

